Badut

On Senin, 28 Februari 2011 / By Gavrila Ramona Menayang / No Comments
Badut besar itu menatapku. Diam, menjulurkan lidahnya.

Weeek...!!

Teteup

On Minggu, 27 Februari 2011 / By Gavrila Ramona Menayang / No Comments
BDG
Hari itu dia bangun pagi-pagi untuk kuliah pagi. Di antara kuliah satu dan kuliah dua, pamannya dari Jakarta datang bikin kaget. Katanya, Tadi pagi ayahmu dan ibumu mengantar adik-adikmu ke sekolah, tiba-tiba truk besar lewat dan mobil mereka tertabrak. Mati di tempat.

JKT
Malam itu dia termenung sendirian di teras belakang rumahnya. Dia lihat bulan dan bintang di langit. Dia sampaikan salam untuk mereka berempat dan dia puji Tuhan.

Dia Terbiasa

On Sabtu, 26 Februari 2011 / By Gavrila Ramona Menayang / No Comments
Hari ini semuanya biasa-biasa saja.

Bangun pagi dan merasa sepi; itu sudah biasa.

Makan pagi sekeluarga, tapi tidak sebagai keluarga; itu sudah biasa.

Membaca tentang pemerkosaan inses di koran; itu sudah biasa.

Ayah pergi tanpa pamit, ibu mengomel sama piring; itu sudah biasa.

Datang ke sekolah tidak ada yang menyapa; itu lebih biasa.

Dapat nilai tidak tinggi, dimarahi seadanya, diomeli secukupnya; itu sudah biasa.

Seribuan anak kecil dekil minta seribuan untuk makan; itu sudah biasa.

Tidak sengaja menonton berita tentang korupsi, kriminal, dan perselingkuhan; betapa sudah biasa.

Senang sejenak, tapi lalu bosan lagi; ah dia sudah terbiasa.

Malam itu dia duduk di kursi belajarnya yang bisa diputar, berputar-putar di kursinya sampai pusing, lalu berputar-putar lagi sampai lebih pusing. Ketika sampai pusing yang terpusing, ia berhenti sedetik lalu berputar-putar lagi ke arah sebaliknya.

Nah, ini baru, luar biasa.