Pak Soesilo
On Kamis, 07 April 2011 /
By Gavrila Ramona Menayang /
Reply
Aku memandang wajah tua itu. Rambutnya kelabu--perak, agar lebih dramatis--dan garis-garis di wajahnya turun. Matanya masih berbicara banyak; ia belum mati. Tapi, oh, raganya. Raganya seperti sudah siap dibedaki, diberi jas rapi, diminyaki, lalu di masukkan ke kotak dua kali satu.
Berhenti acuh sejenak akan apapun yang dia katakan dan aku mulai berimajinasi. Aku kaget, imajinasiku yang ini seperti nyata. Kulit-kulitnya yang turun perlahan naik. Perutnya yang buncit menjadi rata. Ia meninggi sedikit. Rambutnya hitam lagi.
Aku habiskan waktu untuk membayangkan Pak Soesilo kembali muda lagi.
Berhenti acuh sejenak akan apapun yang dia katakan dan aku mulai berimajinasi. Aku kaget, imajinasiku yang ini seperti nyata. Kulit-kulitnya yang turun perlahan naik. Perutnya yang buncit menjadi rata. Ia meninggi sedikit. Rambutnya hitam lagi.
Aku habiskan waktu untuk membayangkan Pak Soesilo kembali muda lagi.
Cabikan
Search
Nomina Insan
- Gavrila Ramona Menayang
- jong selebes, murid-Nya yang kinasih, duapuluh satu, mahasiswi arsitektur, tukang sketsa, tukang cerita, penata amatir, penyuka buah dan jajanan, pengguna aktif bahasa Indonesia