Hati-Hati, Pelan-Pelan

On Sabtu, 22 Oktober 2011 / By Gavrila Ramona Menayang / Reply
Hati-hati...

Pelan-pelan...

Kubuka laci dengan hati-hati, dan kuambil sebungkus biskuit Selamat. Lalu kumakan dengan pelan-pelan.

Hati-hati...

Pelan-pelan...

Kubuka laptopku dengan hati-hati dan mulai mengetik laporanku dengan pelan-pelan.

Hati-hati...

Pelan-pelan...

Aku membuka jendela dengan hati-hati,

dan menaruh buku dengan pelan-pelan.

Hati-hati...

Pelan-pelan...

Segalanya berjalan lancar, sampai ponselku berbunyi dan aku mengangkatnya dengan tidak pelan-pelan dan memegangnya dengan kurang hati-hati.

"Ah," kataku pada yang menelepon. "Lu sih. Rusak deh kuteks gue."

Reply