Catatan Sejarah
On Senin, 05 September 2011 /
By Gavrila Ramona Menayang /
Reply
Tumpukan kertas tidak berguna.
Buang, buang, buang... Oh?
Di tanganku ada sebuah buku berdebu. Buku tulis yang cukup tebal. Kubuka, dan mulai membaca catatan harianku sepuluh tahun yang lalu. Tulisan yang kekanak-kanakan dan memakai terlalu banyak tanda baca. Yang dibicarakan pun tidak penting. Untuk apa aku membicarakan kalungnya si Vera teman SD-ku itu?
Selesai membaca, aku agak ilfil dengan diriku di masa lalu. Kuambil tempat sampah dan siap membuangnya, tapi...
...
Kutaruh lagi di dalam laci. Karena itu catatan sejarah yang berharga.
Buang, buang, buang... Oh?
Di tanganku ada sebuah buku berdebu. Buku tulis yang cukup tebal. Kubuka, dan mulai membaca catatan harianku sepuluh tahun yang lalu. Tulisan yang kekanak-kanakan dan memakai terlalu banyak tanda baca. Yang dibicarakan pun tidak penting. Untuk apa aku membicarakan kalungnya si Vera teman SD-ku itu?
Selesai membaca, aku agak ilfil dengan diriku di masa lalu. Kuambil tempat sampah dan siap membuangnya, tapi...
...
Kutaruh lagi di dalam laci. Karena itu catatan sejarah yang berharga.
Cabikan
Search
Nomina Insan
- Gavrila Ramona Menayang
- jong selebes, murid-Nya yang kinasih, duapuluh satu, mahasiswi arsitektur, tukang sketsa, tukang cerita, penata amatir, penyuka buah dan jajanan, pengguna aktif bahasa Indonesia